Rabu, 10 Desember 2008

PENTINGNYA PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK

I. PENTINGNYA PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK


A. Mengapa Sosial Emosional Perlu Dikembangkan

Sosial emosional pada anak penting dikembangkan. Terdapat beberapa hal mendasar yang mendorong pentingnya pengembangan sosial emosional tersebut, yaitu pertama, makin kompleksnya permasalahan kehidupan di sekitar anak, termasuk di dalamnya perkembangan IPTEK yang banyak memberikan tekanan pada anak, dan mempengaruhi perkembangan emosi maupun sosial anak. Kedua, adalah penanaman kesadaran bahwa anak adalah praktisi dan investasi masa depan yang perlu dipersiapkan secara maksimal, baik aspek perkembangan emosinya maupun keterampilan sosialnya, ketiga karena rentang usia penting pada anak terbatas. Jadi, harus difasilitasi seoptimal mungkin agar tidak ada satu fase pun yang terlewatkan, keempat ternyata anak tidak bisa hidup dan berkembang dengan IQ semata, tetapi EI jauh lebih dibutuhkan sebagai bekal kehidupan, kelima telah tumbuh kesadaran pada setiap anak tentang tuntutan untuk dibekali dan memiliki kecerdasan sosial emosional sejak dini.


B. Pengembangan Sosial Emosional Anak

Terdapat kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu generasi sekarang lebih banyak memiliki kesulitan emosional dari pada generasi sebelumnya sehingga berdampak pada kemampuan sosialisasinya. Dengan demikian, perlu ada upaya peningkatan kecerdasan emosional, yaitu usaha-usaha yang diarahkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas emosional anak sehingga mampu mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, mampu memotivasi diri sendiri serta mampu mengelola emosi dan perilaku sosial menjadi lebih baik. Indikator mutu emosional tersebut meliputi:

  1. kualitas empati (melibatkan perasaan orang lain)
  2. kualitas dalam mengungkapkan dan memahami perasaan
  3. kualitas dalam mengalokasikan rasa marah
  4. kualitas kemandirian
  5. kualitas dalam kemampuan menyesuaikan diri
  6. kualitas disukai atau tidak
  7. kualitas dalam kemampuan memecahkan masalah antarpribadi
  8. kualitas ketekunan
  9. kualitas kesetiakawanan

Usaha di atas penting dilakukan apalagi dengan adanya bukti bahwa kecerdasan emosional memang betul sebagai penentu (dominant factor) keberhasilan individu dalam kehidupannya, bahkan hingga 80% perannya dibanding dengan IQ yang hanya 20%.

Tugas terpenting bagi para guru dalam pengembangannya adalah ia harus memahami rambu-rambunya dan kekhasan kecerdasan emosional agar tidak tergelincir pada penyediaan lingkungan belajar yang kurang sesuai atau bahkan keliru. Secara khusus, hendaklah guru menguasai tindakan-tindakan prinsip, di antaranya:

  1. menjadi contoh yang baik
  2. mengajarkan pengenalan emosi
  3. menanggapi perasaan anak
  4. melatih pengendalian diri
  5. melatih pengelolaan emosi
  6. menerapkan disiplin dengan konsep empati
  7. melatih keterampilan komunikasi
  8. mengungkapkan emosi dengan kata-kata
  9. memperbanyak permainan dinamis


C. Peran Pematangan dan Belajar pada Perkem-bangan Sosial Emosional Anak

II. CARA TERPADU PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK


A. Pengembangan Sosial Emosional melalui Pendekatan Terpadu

Karakteristik perkembangan anak TK bersifat holistic atau menyeluruh atau terpadu, artinya antara aspek perkembangan yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan, aspek perkembangan yang satu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek perkembangan lainnya.

Pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran terpadu dengan berbasis pada tema. Melalui tema anak akan lebih mudah dalam membangun konsep tentang benda atau peristiwa yang ada di lingkungannya.

Dengan pembelajaran terpadu, sejak dini anak sudah terlatih mengaitkan informasi yang satu dengan lainnya sehingga secara wajar dapat menghadapi situasi silang lingkungan, silang pengetahuan, ataupun silang perangkat.

Sekaligus mereka belajar secara aktif dan terlibat langsung dalam kehidupan nyata, bahkan pembelajaran ini dapat menyentuh semua dimensi kecerdasan anak (multiple intelligence).


B. Pengembangan Sosial Emosional Anak melalui Kegiatan Rutin, Terprogram, Spontan, dan Keteladanan

Di samping menggunakan pendekatan utama, yaitu pembelajaran terpadu, pada pendidikan TK kegiatan pembelajarannya dapat dilakukan dengan pendekatan rutin, terprogram, spontan maupun teladan.

Pendekatan rutin, sering juga disebut pembiasaan dilakukan dengan cara penjadwalan secara terus-menerus hingga pola perilaku yang diharapkan melekat menjadi kebiasaan positif pada setiap anak.

Pelaksanaan pengembangan sosial emosional melalui kegiatan terprogram adalah kegiatan tersebut dibuat secara terencana menjadi sasaran atau agenda utama saat program itu dilaksanakan. Pembelajaran dapat dirancang dalam silabus, baik untuk jangka waktu yang pendek maupun panjang, yaitu untuk satu hari (SKH), satu minggu (SKM), dan seterusnya.

Pembelajaran spontan, yaitu pembelajaran yang dikembangkan untuk menanggapi stimulus langsung dari anak sebagai konsekuensi konteks pembela-jaran yang bersifat dinamis, terutama pada kelas TK. Penting dilakukan pembelajaran spontan karena memberikan efek kepuasan yang sangat tinggi pada anak.

Pendekatan lainnya, yaitu keteladanan, maksudnya adalah pembelajaran yang ditampilkan melalui contoh-contoh yang baik, dan menggunakan berbagai contoh yang telah diterima oleh masyarakat dan sesuai dengan standar serta sistem nilai tertentu. Pendekatan ini penting karena anak TK merupakan peniru hebat dan mudah menyerap dari yang dilihatnya.

III. STRATEGI PENGEMBANGAN EMOSI PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK


A. Sasaran Pengembangan Emosi di Taman Kanak-kanak

  1. Hal yang penting untuk diperhatikan dan dibutuhkan anak dalam upaya pengembangan emosi yang sehat adalah sebagai berikut.
    1. Rasa cinta dan kasih sayang.
    2. Rasa saling memiliki.
    3. Rasa diterima apa adanya.
    4. Diberi kesempatan untuk mandiri dan membuat keputusan sendiri.
    5. Rasa aman.
    6. Diberi kepercayaan pada dirinya.
    7. Diperlakukan sebagai seseorang yang mempunyai identitas.
  2. Ada lima cara yang dapat dilakukan guru untuk membantu proses pengembangan emosi anak, yaitu kemampuan untuk mengenali emosi diri, kemampuan untuk mengelola dan mengekspresikan emosi secara tepat, kemampuan untuk memotivasi diri, kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain.
  3. Materi pembelajaran emosi di Taman kanak-kanak meliputi rasa cinta dan kasih sayang, empati, serta pengendalian emosi.



B. Metode Pengembangan Emosi di Taman Kanak-kanak

Beberapa metode yang dapat membantu proses perkembangan emosi anak di Taman Kanak-kanak, di antaranya berikut ini.

  1. Bernyanyi dan bermain musik.
  2. Bermain peran.
  3. Hand puppet.
  4. Bercerita.
  5. Gerak dan lagu.
  6. Relaksasi dan meditasi.
  7. Permainan feeling band (band perasaan).
  8. Demonstrasi.
  9. Permainan personifikasi

IV. STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK

A. Sasaran Pengembangan Sosial pada Anak Taman Kanak-kanak

    1. Strategi pengembangan sosial anak usia 0 - 3 tahun dimulai dengan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak lewat interaksi yang penuh perhatian, intensif, dan establish bonding. Selanjutnya mengajak anak untuk mendemonstrasikan kebiasaan sosial, seperti menolong orang, mengeks-presikan cinta, dan mengajak dia untuk berbagi dengan anak lain.
    2. Sasaran pengembangan sosial di TK adalah:
      1. keterampilan berkomunikasi;
      2. keterampilan memiliki rasa humor;
      3. menjalin persahabatan;
      4. berperan serta dalam kelompok;
      5. memiliki tata krama.
    3. Materi pembelajaran pengembangan sosial di TK, meliputi cinta dan kasih sayang, empati, afiliasi, identifikasi, disiplin, tolong-menolong dan tanggung jawab.

B. Metode Pengembangan Sosial di Taman Kanak-kanak

Salah satu keahlian guru yang diharapkan adalah kemampuannya dalam memilih metode pembelajaran yang paling tepat untuk anak didiknya. Metode yang dapat digunakan untuk membantu proses pengembangan sosial di antaranya adalah:

1. metode pengelompokan anak;

2. modelling dan immitating;

3. bermain kooperatif;

4. belajar berbagi (sharing).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar